Cari Blog Ini

Selasa, 31 Mei 2011

anak usang pengen sekolah


Sunyi hari itu,padahal hari mulai tiba
Tampak bocah dengan kaos oblong
Warna putih kusam dengan batik yang tidak rata sedang mencari bekas-bekas bungkus nasi
Sunyi mulai pecah
Dengan fajar yang mulai mengintip
Kuhampiri bocah usang itu
Kutanya asal-usulnya
“Aku yatim piatu” jawab bocah itu
Matanya yang layu meningalkanku

Sang surya telah tinggi, hari mulai ribut
Walau panas menyengat kulit dan bau busuk mulai menajam
Anak itu tetap mencari bungkus nasi

Saat itu jam tiga sore
Dan matahari mulai turun
Dalam hati kutrawang anak itu
Kulihat dia menangis, meneteskan air mata mengiringi langkah ketepian

Namanya joko, kutanya dia”mengapa engkau menangis”....?
Aku mencari seragam sekolah, kata pak kepala desa ada disini, tapi ternyata tidak ada  “jawab joko”

Matahari mulai terbenam
Bersamaan mengiringi langkah sedih anak usang yang ingin sekolah

Yogyakarta, 07 mei 2011

Sahabat dan Cinta


Tetesan air yang turun dari langit
Menghiasi hati tatkala berlinang
Hati ini ingin bicara jujur
 bergerak maju dan mundur
cinta itu memberi sebuah harapan
suasana yang mesra dan indah
sahabat adalah teman jiwa
mengisi kekurangan buka kekosongan
cinta adalah anugerah tuhan
kita diberi tuhan cinta
namun bulan menolaknya
hakekat cinta dan sahabat, sama kasih, sama sayang, sama rindu
antara kamu dan dia
terpendam rasa yang berbeda
kenyataan pahit tentang rasa
kamu cukup mencintai
dia cukup menyanyangi
dalam kelambu dalam minpi
suara dan sinar yang tak berwujud
menjadikannya kabur dalam jiwa
kadang, sinar bola matanya terlalu indah menerangi hatimu, termenunglah sesaat
arti lain dan maksud
jauhilah cintamu dan kenyataan itu
karna cinta itu mengisi, bukan untuk diisi
karna cinta itu menerima, bukan ditrima
suka dan ria memboncengi benteng
tali persahabatan
kisah yang tak bisa dirubah
laksana rembulan dan matahari, tapi satu


yogyakarta, 07 mei  2011

kisah cinta pencuri dan penipu


Lastri....
Banyak wadah yang mencarimu,
Bahkan pencuri seperti akupun bertekuk lutut dihadapanmu
Aku tak mau anak kita senasib denganku
Nikahlah dengan para pejabat yang banyak korupsi
Renyah dia bicara dan pendusta
Lastri.....
Rawatlah slangkanganmu
Kencangkan kutangmu, agar dia senang
Aku rela cintaku, anakku, dan hidupku untuk masa depanmu
Seenggaknya anak kita nanti ngga jadi sepertiku
Yang susah cari makan, yang setiap hari dibohongi terus, dan jadi korban pemukulan lantaran kerjaku tak berbuah
Lastri...
Kuraslah harta dia, dan cari suami lagi yang lebih kaya
Jangan kau sungkan
Karna para pejabat itu tak pernah sungkan membohongi rakyat seperti kita
Aku yakin lastri, dengan susumu kamu akan jadi kaya.      
Aku mau berandai....
Kamu akan kembali kepadaku nanti , jika sudah kaya dan ajarkan cara hidup dinegeri ini pada anakku
Aku ingin anakku nanti, ku ajarkan berkelahi, nyopet, dan judi
Dan lebih baik lagi jika kamu ajarka tipu dayamu, setelah ia besar nanti, pasti dia akan  mendepak para pecundang dan tikus rakyat itu demi nasib teman-temannya.


Yogyakarta, 07 mei 2011

risalah kehidupan


Aku Kamu dan Dia

Berjalan diantara bukit tak berpenghuni
Terperangah akan angan tak terbayang
Rasa benci ini bercampur sayang
Rasa yang dulu kita agung-agungkan itu
 telah lenyap terpanggang sinar sang surya
kasih memang tak selamanya sampai
namun bersamaan dengan itu
kamu memadu dia dengan senyum mesra
kau tak seindah dulu
yang manja. Yang cengeng, yang minta ini itu
kamu berubah terlalu cepat cinta
hingga aku tak kuasa bertolak
arus yang deras menyeretku ke dasar kesunyian
dia memang lebih dari maumu
sunyi malam temani aku
kenang masa indah kita
hingga tak sadar ayam bersambutan datangnya sang fajar
harus kukubur seberapa dalam rasa ini
hingga aku tak niat untuk membongkar lagi
wahai sang waktu, wahai sang bulan
tuntunlah aku temukan cinta yang bisa terima aku apa adanya

yogyakarta, 12 april 2011

Kamis, 17 Februari 2011

penantian buta

tatanan rindu ingini kisah
angin berhembus terpa helaian rambut, patahpun tak sadar
kunanti disini kau jauh disana
goresan tinta terlalu renyah tuk diiyakan
bersamaan tali yang lepas, dan tercerai berai ditanah lapang
mungkinkah ini takdirku
menanti tanpa ditepati
lelah kaki ini, sayu mata ini
tak kuasa angan trbayang
namun terkuarai dalam jiwa ini
cintamu dan kisah kita.

gelisah hidup

sepi tertangkap lamunan merah
teringat macam-macam keburukan
batupun terdiam
angin tak berani berhembus diawang-awang
jalan berbatu nan jauh
berlari mencari sebuah angan
lukisan takdir
yang menggores lamunan merah

berbatik-batik cakaran alam
berkotak-kotak jalan berbatu nan jauh
terlihat batu besar
tersambar percikan halilintar
hancurkan jalan berbatu
batik-batik cakaran alam
kotak-kotak jalan berbatu nan jauh
halangan lamunan merah
sambut angin
hancurkan lukisan takdir diawang-awang.

cinta pada pandangan pertama

setelah kutatap bening bola matamu
bergetar dalam jiwa
merasuk dalam sanubari
inilah cinta kurasa
setelah berjuta-juta waktu hidupku hampa
dikala kumelihatmu
seolah raga tidak bisa bergerak
seolah mata tak ingin terpejam
parasmu membuatku berangan-angan
mungkinkah aku bisa mendapatkan belaian kasihmu
oh sayang .....
aku mencintaimu
dan aku ingin memilikimu
masuklah dalam jiwaku
dan ukir dengan tinta cinta kita
biarlah dia menjadi saksi
rasa sayangku benar adanya.