Aku Kamu dan Dia
Berjalan diantara bukit tak berpenghuni
Terperangah akan angan tak terbayang
Rasa benci ini bercampur sayang
Rasa yang dulu kita agung-agungkan itu
telah lenyap terpanggang sinar sang surya
kasih memang tak selamanya sampai
namun bersamaan dengan itu
kamu memadu dia dengan senyum mesra
kau tak seindah dulu
yang manja. Yang cengeng, yang minta ini itu
kamu berubah terlalu cepat cinta
hingga aku tak kuasa bertolak
arus yang deras menyeretku ke dasar kesunyian
dia memang lebih dari maumu
sunyi malam temani aku
kenang masa indah kita
hingga tak sadar ayam bersambutan datangnya sang fajar
harus kukubur seberapa dalam rasa ini
hingga aku tak niat untuk membongkar lagi
wahai sang waktu, wahai sang bulan
tuntunlah aku temukan cinta yang bisa terima aku apa adanya
yogyakarta, 12 april 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar